Segeralah beranjak darimasa lalu menuju masa depan, dengan semangat dan harapan baru, patahkan semua keraguan .Jangan biarkan hidupmu penuh dengan kesedihan dan penyesalan. Bebaskan diri dari rasa sakit di masa lalu dan mulailah hidupmu lagi

Senin, 19 Maret 2012

Senja........

Tak terasa dan tak terduga dalam kehidupan 
manusiawi bila kita merasa terhempas dan tersanjung
perjalanan yang panjang ini aneh dan penuh persiapan 
walau harus terbuang dan terapung dalam angan yang panjang

Cita, Cinta, dan kehangatan ingin selalu hadir bersama
Kehendak-Nya yang ingin berbeda dalam fana
Jalan berliku yang terjal dan samar yang dihadapi
Lelah, jenuh dan sedih sudah menjadi tradisi




Sabtu, 10 Maret 2012

Surat Kecil Untuk Tuhan (movie)


Diangkat dari kisah nyata dan novel berjudul sama, film ini menceritakan tentang Gita Sesa Wanda Cantika atau Keke (Dinda Hauw), seorang gadis remaja berusia 13 tahun yang cukup beruntung, karena lahir dari keluarga yang sangat berada, memiliki dua orang kakak laki-laki dan orang tua yang sangat menyayanginya. Selain itu Keke juga di kelilingi 6 sahabat karib yang selalu setia menemaninya dan hidupnya pun semakin lengkap dengan kehadiran seorang kekasih yang juga begitu menyayanginya yaitu Andy (Esa Sigit)

Semuanya tampak begitu sempurna. Sampai kemudian kanker menghinggapinya. Keke adalah pengidap Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak) pertama di Indonesia. Gadis cantik itu pun berubah menjadi”monster” hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemotrapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua,rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual. Ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktifitas seperti sedia kala.
Tak dinyana, setahun kemudian, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. Sadar tak mungkin bertahan, tidak lantas membuatnya meyerah dan kalah. Semangatnya untuk tetap menjadi yang terbaik tak sedikitpun melemah. Seperti bintang Sirius yang tetap bersinar terang walau langit tertutup awan

Problematika Pendidikan Nasional



Pendidikan adalah salah satu pilar kehidupan bangsa. Masa depan suatu bangsa bisa diketahui melalui sejauh mana komitmen masyarakat, bangsa atau pun negara dalam menyelenggarakan Pendidikan Nasional.
Dalam Pembukaan (Preambule) Undang-Undang Dasar 45 menyatakan"Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia, yang melindungi segenap bangsa, seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa" Pendidikan menjadi salah satu dari tujuan bangsa ini. 
Sementara dalam Undang-Undang Dasar 45 pasal 31 ayat 4 memperjelas bahwa anggaran penyelenggaraan Pendidikan Nasional minimal sebesar 20 % diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Secara ideal, penyelenggaraan Pendidikan Nasional seperti dilukiskan dalam konstitusi di atas. Namun dalam realitasnya justru mengatakan lain. Pendidikan Nasional semakin menyimpan banyak persoalan dan sampai sekarang belum terselesaikan. Banyak kasus pendidikan yang sempat menjadi keprihatinan kita bersama, seperti; tragedi pendidikan di kabupeten Kampar (Riau), kasus penggusuran SLTP 56 Melawai (Jakarta) dan kasus penggusuran SDN Ambarukmo (Yogyakarta). 
Kasus-kasus tersebut secara tidak langsung menjadi indikasi bagi keberlangsungan Pendidikan Nasional yang masih terseok-seok. Proses penyelenggaraan Pendidikan Nasional masih

Kamis, 08 Maret 2012

puisi

Warna
Terlihat indah dan terasa menyenangkan
Hari yang mungkin terlukis berbagai warna
Rasa inikah yang akan abadi

Aku berharap dengan sebuah harapan yang penuh ragu
Tapi keraguan itu aku mantapkan dengan sebuah semangat
Luapan tak gentar dan percaya diri
Tumbuh dengan subur

Kamis, 16 Februari 2012

Selamat Datang

Selamat datang di blog ku ya ... ini percobaan posting pertama... harap maklum