Segeralah beranjak darimasa lalu menuju masa depan, dengan semangat dan harapan baru, patahkan semua keraguan .Jangan biarkan hidupmu penuh dengan kesedihan dan penyesalan. Bebaskan diri dari rasa sakit di masa lalu dan mulailah hidupmu lagi

Rabu, 24 April 2013

Pemenggalan Kata Dasar | menurut EYD


Pemenggalan kata merupakan pemisahan huruf/kelompok huruf dari kata.
Sebelum melakukan pemenggalan kata, yang harus dipahami terlebih dahulu adalah membedakan huruf vokal dengan huruf konsonan. Huruf vokal terdiri dari a, i, u, e, o. Sedangkan huruf konsonan adalah huruf selain vokal contoh k, j, l, m, n, j dan lain - lain.
Setelah memahami huruf vokal dan huruf konsonan, selanjutnya adalah memahami suku kata. Suku kata merupakan bagian kata, cara mudah menentukan suku kata yaitu dengan memperhatikan pengucapan
Pemenggalan kata dasar baik kata Indonesia maupun kata serapan, dilakukan dengan prinsip otografis.

  1. Pemenggalan kata yang mengandung sebuah huruf konsonan dilakukan sebelum huruf konsonan tersebut. Contoh:
  2. kabar > ka-bar
    sopan > so-pan
    makan > ma-kan
    tikam > ti-kam
  3. Pemenggalan kata yang mengandung huruf-huruf vocal yang berurutan ditengahnya dilakukan diantara kedua huruf vocal tersebut. Contoh:
  4. buah > bu-ah
    ideal > i-de-al
    kuota > ku-o-ta
    taat > ta-at
  5. Suku kata yang mengandung gugus vocal au, ai, oi, ae, ei, eu, dan ui baik dalam kata-kata Indonesia maupun dalam kata-kata serapan, diperlakukan sebagai satu suku. Contoh:
  6. aula > au-la
    santai > san-tai
    survei > sur-vei
    amboi > am-boi
  7. Pemenggalan kata yang mengandung dua huruf konsonan berurutan yang tidak me-wakili satu fonem dilakukan diantara kedua huruf konsonan itu. Contoh:
  8. arsip > ar-sip
    kapten > kap-ten
    kurban > kur-ban
    caplak > cap-lak
  9. Pemenggalan kata yang ditengahnya terdapat gabungan huruf konsonan yang mewakili fonem tunggal (digraf) dilakukan dengan tetap mempertahankan kesatuan digraf itu. Contoh:
  10. akhlak > akh-lak
    bangku > bang-ku
    sunyi > su-nyi
    masyarakat > ma-sya-ra-kat
  11. Pemenggalan kata yang mengandung tiga atau empat huruf konsonan berurutan ditengahnya dilakukan diantara huruf konsonan pertama dan huruf konsonan kedua. Contoh:
  12. instrumen > in-stru-men
    implikasi > im-pli-ka-si
    kontraktor > kon-trak-tor
  13.  Pemenggalan kata yang mengandung bentuk trans dilakukan sebagai berikut
  14. - Jika trans diikuti bentuk bebas, maka Pemenggalan dilakukan memisahkan trans sebagai bentuk utuh. Contoh:transmigrasi > trans-mig-ra-si
    transaksi > trans-ak-si
    transfusi > trans-fu-si
    transplantasi > trans-plan-ta-si
    - Jika trans diikuti bentuk terikat, Pemenggalan seluruh data dilakukan dengan mengikuti pola Pemenggalan kata dasar. Contoh:
    transit > tran-sit
    transparansi > tran-spa-ran-si
    transkripsi > tran-skrip-si
  15. Pemenggalan kata yang mengandung eks dilakukan seperti dibawah ini.
  16. - Jika unsur eks ada dalam kata yang mempunyai bentuk sepadan dengan kata yang mengandung unsur in dan im, Pemenggalan dilakukan diantara unsur eks dan unsur berikutnya. Contoh:
    ekstra > eks-tra
    eksternal > eks-ter-nal
    eksplisit > eks-pli-sit
    ekspor > eks-por
    - Bentuk lain yang mengandung unsur eks, dipenggal sebagai kata utuh. Contoh:
    ekses > ek-ses
    eksodus > ek-so-dus
    eksistensi > ek-sis-ten-si
    eksperimen > ek-spe-ri-men
  17. Pemenggalan kata yang terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain, Pemenggalan dilakukan diantara unsur-unsurnya. Contoh :
  18. Fotografi > foto-grafi > fo-to-gra-fi
    Biografi > bio-grafi > bi-o-gra-fi
    Kilogram > kilo-gram > ki-lo-gram
    Pascapanen > pasca-panen >pas-ca-pa-nen
    Introspeksi > intro-speksi > in-tro-spek-si
    Kecuali :
    endoskopis > en-dos-ko-pis
    telegrafis > te-le-gra-fis
    atmosferis > at-mo-sfe-ris
  19. Pemenggalan unsur asing yang berakhiran isme dilakukan sebagai berikut.
  20. - Yang didahului satu vocal, dipenggal setelah huruf vocal. Contoh:
    egoisme > e-go-is-me
    heroisme > he-ro-is-me
    sukuisme > su-ku-is-me
    Hinduisme > hin-du-is-me
    - Yang didahului konsonan, dipenggal sebelum huruf konsonan. Contoh:
    absolutisme > ab-so-lu-tis-me
    humanisme > hu-ma-nis-me
    patriotisme > pa-tri-o-tis-me
    sadisme > sa-dis-me
Sumber Referensi : Parmin, Jack.dkk.2011.Menulis Ilmiah:Buku Ajar MPK Bahasa Indonesia.Surabaya:Unesa University Press.

Kata Baku


Kata baku adalah kata yang ditulis atau diucap sesuai dengan aturan tata bahasa yang berlaku, didasarkan atas kajian berbagai ilmu, termasuk ilmu bahasa sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI) diterangkan sistem pembentukan istilah serta pengindonesiaan kosa kata atau istilah yang berasal dari bahasa asing. Kata baku yang sebenarnya merupakan kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Konteks penggunaannya adalah dalam kalimat resmi, baik lisan maupun tertulis dengan pengungkapan gagasan secara tepat.

Suatu kata bisa diklasifikasikan tidak baku bila kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang ditentukan. Biasanya hal ini muncul dalam bahasa percakapan sehari-hari, bahasa tutur.

Berikut beberapa contoh kata baku dan tidak baku
Kata BakuKata Tidak Baku
apotek apotik
atlet atlit
bus bis
cenderamatacinderamata
konkret konkrit-kongkrit
sistem sistim
telepon tilpon-telpon
pertanggungjawabanpertanggung jawaban
utanghutang
pelangganlangganan
hakikathakekat
kaidahkaedah
dipersilakadipersilahkan
anggotaanggauta
pihakfihak
disahkandisyahkan
lesung pipilesung pipit
mengubahmerubah
mengesampingkanmengenyampingkan
kualitaskwalitas
universitasuniversity
teatertheatre
strukturstructure
monarkimonarkhi
devaluasidefaluasi
abstrakabstrac
akomodasiakomodir
legalisiasilegalisir 
diagnosisdiadnosa
hipotesishipotesa 
kulturculture
deputideputy
sekuritasSecurity
aktivitasaktifitas
relatifrelative
repertoarrepertoire
teknologitekhnologi; technologi
elektronikelectronik
direkturdirector
konduitekondite
akuariumaquarium
kongreskonggres
hierarkihirarkhi
aksiaction
psikiatripsychiatry
grupgroup
ruteroute
institutinstitute
akiaccu
taksitaxi
sekadarsekedar
memesonamempesona
imbauhimbau
berpikirberfikir
nasihatnasehat
terempasterhempas
pukul 19.30 WIBjam 19.30 WIB
standardisasistandarisasi
objekobyek
sportivitassportifitas
sportifsportip
aktivitasaktifitas
aktifaktip
pengkreditanpengreditan
mengkreditkanmengreditkan
antarnegaraantar negara
pascapanenpasca panen
dasawismadasa wisma
pancarobapanca roba

Kamis, 14 Maret 2013

Materi Bahasa Indonesia kls XI Semester 2


TEORI DRAMA

    Pementasan yang memerankan beberapa karakter tokoh dalam sebuah naskah itulah disebut pementasan drama, Pernah dapat sebuah materi bahasa indonesia yang berjudul drama? Saya yakin pasti jawabannya sudah. Kebanyakan orang senang menyaksikan sinetron yang ada di televisi, itulah salah stu contoh sebuah drama. nah...dalam pelajaran bahasa indonesia kelas XI pasti kita akan mengulas sebuah materi drama dan belajar praktek drama, asyik kan...? sebelum di praktekan kita harus tahu teori tentang drama, mari kita simak materi tentang drama terlebih dahulu di bawah ini.
Drama adalah karya seni berupa dialog yang dipentaskan. Drama adalah salah satu metode penyampaian pesan melalui dialog kepada penonton.
Menurut jenisnya, pementasan drama dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu drama tragedi, drama komedi, melodrama, dan dagelan.
1. Drama tragedi adalah drama yang melukiskan kisah sedih. Tokoh-tokohnya menggambarkan kesedihan. Tokoh dalam drama tragedi ini disebut tragic hero artinya pahlawa yang mengalami nasib tragis.
2. Drama komedi adalah drama yang bersifat menghibur, di dalamnya terdapat dialog kocak yang bersifat menyindir , dan biasanya berakhir dengan kebahagiaan. Tokoh-tokoh dalam drama jenis ini biasanya tolol, konyol, atau bijaksana tetapi lucu.
3. Melodrama adalah cerita yang sentimental. Artinya tokoh dan cerita yang disuguhkan mendebarkan dan mengharukan. Tokoh dalam jenis drama ini biasanya digambarkan hitam-putih. Tokoh jahat digambarkan serba jahat, sebaliknya tokoh baik digambarkan sangat sempurna baiknya hingga tidak memiliki kesalahan dan kekurangan sedikit pun.
4. Dagelan (farce) adalah drama kocak dan ringan. Alurnya disusun berdasarkan perkembangan situasi tokoh. Isi cerita biasanya kasar dan fulgar. Drama jenis ini juga disebut komedi murahan atau komedi picisan.

Adapun unsur-unsur drama adalah:
1. Tema
2. Setting atau Latar
3. Alur atau Plot
4. Penokohan atau Perwatakan
5. Amanat
6. Bloking dan Akting
7. Tata Pentas.
Dalam Kurikulum 2006, analisis drama banyak diarahkan pada analisis tentang penokohan.
Tokoh dalam drama dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
1. Berdasarkan peran terhadap jalan cerita, ada tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh tritagonis.
a. Tokoh protagonis adalah tokoh utama cerita yang pertama-tama menghadapi masalah. Tokoh ini biasanya didudukkan penulis sebagai tokoh yang memperoleh simpati pembaca/penonton karena memiliki sifat yang baik.
b. Tokoh antagonis adalah tokoh penentang tokoh protagonis.
c. Tokoh tritagonis disebut juga tokoh pembantu, baik membantu tokoh protagonis maupun antagonis.
2. Berdasarkan peran dalam lakon serta fungsinya, ada tokoh sentral, tokoh utama, dan tokoh pembantu.
a. Tokoh sentral adalah tokoh-tokoh yang paling menentukan gerak lakon. Tokoh sentral merupakan biang keladi pertikaian. Dalam hal ini tokoh sentral adalah tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
b. Tokoh utama adalah pendukung atau penentang tokoh sentral. Mereka dapat berperan sebagai perantara tokoh sentral. Dalam hal ini, yang berperan sebagai tokoh utama ialah tokoh tritagonis.
c. Tokoh pembantu yaitu tokoh-tokoh yang memegang peran pelengkap atau tambahan dalam mata rantai cerita. Kehadiran tokoh pembantu ini hanya menurut kebutuhan cerita. Tidak semua lakon drama menghadirkan tokoh pembantu.
   Mengenal dan memahami tokoh mutlak dilakukan oleh calon pemeran, sebab akan memungkinkannya mengenal benar hubungan tokoh yang akan diperankannya dengan tokoh-tokoh lainnya. Dengan demikian, akan memperjelas sifat dan perilaku tokoh yang harus diperankannya.
Membaca naskah dan memahami tokoh harus diikuti dengan latihan pementasan. Latihan-latihan ini meliputi:
1. latihan sikap, gerak atau perbuatan agar tidak canggung, tidak kaku , dan tidak overacting,
2. latihan blocking (perpindahan dari satu tempat ke tempat lain),
3. latihan dialog (pembicaraan dengan tokoh lain) secara tepat,
4. latihan gesture (gerakan tangan dan kaki) secara wajar,
5. latihan vokal dengan artikulasi yang tepat,
6. latihan menggambarkan watak secara wajar,
7. latihan mimik (ekspresi wajah) sehingga agar meyakinkan penonton,
8. latihan pantomimik (gerakan-gerakan tubuh), dan
latihan memanfaatkan segala properti dan situasi pentas dengan baik.
Yang perlu dipahami, dialog pemain tidak harus sama persis dengan yang tertulis dalam teks. Pemain boleh saja menambahi atau mengurangi agar tercapai tingkat penjiwaan yang lebih tinggi.
                                                                                                                                       
                                                                                                                                        14 Maret 2013

Selasa, 05 Maret 2013

Resensi Novel Mengaku Rosul

-->
Judul buku
Mengaku Rosul
Pengarang
Ollie
Penerbit
Gagas media
cetakan
cetakan pertama
tebal buku 
 140 hal
Sebuah novel berjudul mengaku rosul ini membahas tentang kemunculan rosul palsu yang kemudian membawa ajaran-ajaran sesat. Dalam buku mengaku rosul yang bernama guru samir ini begitu dihormati oleh warga setempat, beliau terlihat begitu meyakinkan dan benar-benar terlihat orang yang taat beribadah. Guru samir selain memiliki pondok juga memiliki tempat meditasi tersendiri untuk munajat kepada Alloh. Tempat meditasi itu sebenarnya bukan tempat bermunajat tapi tempat di mana guru samir melakukan perbuatan bejatnya kepada santri-santrinya, anehnya para santri benar-benar percaya dengan semua perkataan guru samir, mereka seperti dalam pengaruh hipnotis. Salah satu santri yang berasal dari kota yaitu Rianti juga benar-benar percaya dengan tipu daya guru samir, sampai suatu ketika Rianti tidak mau diajak pulang oleh teman dekatnya yang bernama Ajie, melihat perubahan sikap Rianti, Ajie semakin penasaran dengan pondok itu sehingga Ajie bertekad untuk menelusuri kegiatan dalam pondok tersebut. Pada akhirnya Rianti dinikahi oleh guru samir dan pada malam pertama Rianti lah yang mengakhiri kehidupan dan tindakan bejat guru samir selama ini, tusukan Rianti yang mengakhiri pengakuan rosul palsu.
  Dalam novel ini mengajarkan agar kita selalu waspada di manapun berada dan novel ini dapat dibaca oleh semua kalangan. Dari judulnya sudah menarik untuk dibaca dan dapat menjadi sebuah peringatan bahwa sekarang ini banyak sekali aliran sesat dan orang-orang yang mengaku rosul di bumi Indonesia. Novel ini juga sudah di filmkan. Bagi mereka yang jiwanya kosong dan tak punya tempat untuk berpaling akan mudah sekali terseret dalam perangkap jahat ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu dapat perlindungan-NY.

Rabu, 27 Februari 2013

Untuk Warna Hidupku





 Beranjak dari sebuah perkenalan
Merangkak dari keadaan untuk saling memahami
Tertitah dengan kesabaran dan pengertian
Dan pada akhirnya berjalan beriringan dengan tujuan yang sama

Detik berjalan hingga sampai pada menit
Dari menit berjalan hingga jam, hari, bulan dan tahun
Hem....selalu ada warna denganmu
Perjalanan waktu sudah banyak liku untuk menguji kesabaran

Indahnya kehidupan ini dengan sosokmu
Senyum, tangis, kecewa, dan rindu selalu ada
Bumbu kehidupan denganmu
Ku berikan mawar biru untukmu
27 februari 2013

Puisi untuk Ibu


-->Ibuku....
Ibu begitu ikhlasnya doamu hingga semua kini menjadi sebuah nyata yang tak pernah diduga
indahnya suasana syukur yang bingung bagaimana caranya mengungkapkan
titian perjalanan hidup yang selalu kau temani dengan doa dan kasihmu
Senyum bahagiamu dan banggamu

Ibu....
kaulah inspirasi, motivasi dan semangat hidupku
kau selalu ada di kala laraku
kau selalu ada dikala keterpurukanku
kau selalu ada dikala senyum ringanku

Ibu...
sabarmu sungguh tak terhingga
sayangmu sungguh ikhlas tanpa batas
hidupku menjadi tegar karenamu
bahagiaku karena doamu

27 Februari 2013